Tampilkan postingan dengan label base analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label base analisis. Tampilkan semua postingan

peranan komoditas dalam pertumbuhan ekonomi regional

banyak pendekatan yang biasa digunakan untuk menganalisis peranan suatu sektor atau komoditas dalam pertumbuhan ekonomi regional antara lain analisis komposisi ekonomi (economy competition analysis) dan analisis basis ekonomi (economic base analysis) (bendavid-val, 1991). dalam analisis komposisi ekonomi kajian lebih ditekankan untuk melihat pangsa (share) dari masing-masing sektor atau komoditas terhadap pertumbuhan ekonomi regional, sedangkan analisis basis ekonomi yang berpijak kepada teori basis ekonomi (economic base theory), lebih mengarah kepada analisis penentuan sektor basis yang berorientasi ekspor sebagai basis perekonomian suatu wilayah. urgensi dari analisis ini berangkat dari jiwa teori basis ekonomi yang berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh tingkat permintaan dari luar wilayah terhadap produk-produk yang dihasilkannya (bendavid-val, 1991).

berkaitan dengan peranan suatu komoditas terhadap kegiatan ekonomi di sektor lain, bendavid (1991) mengemukakan apa yang disebut dengan production linkage investtigtions, yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk melihat keterkaitan-keterkaitan penting suatu komoditas dengan kegiatan ekonomi pada sektor-sektor lain. secara garis besar dikemukakan dua bentuk keterkaitan produksi (productions linkages).
  1. keterkaitan ke belakang (backward linkages), yaitu keterkaitan produksi dengan input yang dibutuhkan dalam proses produksi.
  2. keterkaitan ke depan (forward linkages), yaitu keterkaitan dengan proses produksi lebih lanjut menuju barang jadi (siap jual).
dalam proses selanjutnya dikemukakan pula adanya dua macam keterkaitan lainnya yaitu, pertama keterkaitan pendistribusian (distribution linkages), dan kedua, keterkaitan dengan sektor perdagangan barang konsumsi dan jasa pelayanan. di samping pembagian tersebut, bendavid (1991) membedakan jenis keterkaitan menurut kategorinya menjadi: (a) keterkaitan transportasi;(b) keterkaitan komunikasi; (c) keterkaitan sumber daya alam; (d) keterkaitan ekonomi; (e) keterkaitan sosial: (f) keterkaitan jasa pelayanan; dan (g) keterkaitan kelembagaan.

Teori Basis Ekonomi


Cepat Mendatangkan Duit Berlimpah
Dapatkan Info Lengkapnya dBC Network.

Sangat cocok utk Semua Kalangan

---------------------------------------------------------------

Teori basis ekonomi pada intinya membedakan aktivitas sektor basis dan aktivitas sektor non basis. Aktivitas sektor basis adalah pertumbuhan sektor tersebut menentukan  pembangunan menyeluruh daerah itu, sedangkan aktivitas sektor non basis merupakan sektor sekunder (city polowing) artinya tergantung perkembangan yang terjadi dari pembangunan menyeluruh itu.

Teori pertumbuhan berbasis ekspor tertanam pada gagasan bahwa perekonomian lokal harus menambah aliran uang masuknya agar tumbuh dan satu-satunya cara yang paling efektif untuk menambah aliran uang masuk adalah menambah ekspor.

Teori basis ekonomi berupaya untuk menemukenali aktivitas basis dari suatu wilayah, kemudian meramalkan aktivitas itu dan menganalisis dampak tambahan dari aktivitas ekspor tersebut. Basis ekonomi dari sebuah komunitas terdiri atas aktivitas-aktivitas yang menciptakan pendapatan dan kesempatan kerja sebagai suatu basis dari suatu ekonomi. Semua pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh sektor basis.

Pendapatan dan kesempatan kerja basis berasal dari ekspor. Industri-industri ekspor merupakan basis dari wilayah. Pendapatan dan kesempatan kerja non basis ditentukan oleh pendapatan dan kesempatan kerja basis. Konsep kunci dari teori berbasis ekonomi adalah bahwa kegiatan ekspor merupakan mesin pertumbuhan. Tumbuh tidaknya suatu wilayah  ditentukan oleh bagaimana kinerja wilayah itu terhadap permintaan akan barang dan jasa dari luar.

Teori Basis Ekonomi


Teori basis ekonomi (economic base theory), dalam aplikasinya sering dinamakan sebagai analisa basis (base analisis) dan dalam model ini analisis perekonomian daerah/regional  mengklasifikasikan menjadi dua sektor kegiatan yaitu:

1.      kegiatan-kegiatan basis (basic activities) adalah kegiatan-kegiatan yang mengekspor barang dan jasa ke tempat-tempat di luar batas-batas perekonomian masyarakat yang bersangkutan atau kepada orang-orang  yang datang dari luar wilayah perekonomian bersangkutan;
2.      kegiatan-kegiatan yang bukan basis (non basic activities) adalah kegiatan-kegiatan yang menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh orang-orang yang bertempat tinggal di dalam batas-batas perekonomian masyarakat  daerah yang bersangkutan, kegiatan ini tidak mengekspor barang dan jasa, produksi dan pemasaran terbatas pada wilayah daerah yang bersangkutan.

Pada dasarnya teori basis ekonomi menyatakan bahwa faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan dengan permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah. Pertumbuhan investasi industri yang menggunakan sumber daya lokal, termasuk  tenaga kerja dan bahan baku untuk diekspor, dan menghasilkan kekayaan daerah dan menciptakan peluang kerja (job creation).

Inti dari teori ini adalah  sektor unggulan menghasilkan  barang-barang dan jasa  untuk dipasarkan di daerah maupun di luar daerah  yang bersangkutan, maka  penjualan keluar  daerah akan menghasilkan pendapatan bagi daerah  tersebut. Terjadinya arus pendapatan dari luar daerah ini menyebabkan terjadinya kenaikan konsumsi dan investasi di daerah tersebut dan pada gilirannya akan menaikkan  pendapatan  dan menciptakan kesempatan kerja baru. Peningkatan  pendapatan tersebut  tidak hanya menaikkan permintaan terhadap sektor unggulan tetapi juga  menaikkan  permintaan akan sektor non unggulan. Berdasarkan teori ini  sektor unggulan yang harus  dikembangkan dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi suatu daerah (Arsyad, 1999: 141).

Strategi pembangunan daerah yang muncul didasarkan pada teori ini adalah di mana arah penekanannya terhadap arti pentingnya  bantuan (aid) kepada dunia usaha yang mempunyai  pasar baik  secara nasional maupun internasional. Implementasi kebijakannya mencakup pengurangan hambatan terhadap perusahaan-perusahaan  yang berorientasi ekspor yang ada akan didirikan di daerah tersebut (Arsyad, 1999: 116).

https://www.tokopedia.com/bungaslangkar/amplang-lidya-amplang-ikan-tenggiri-khas-banjarmasin-kalimantan