Konsep Organisasi


Robbins (1994) mendefinisikan organisasi sebagai kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Sutarto  (2000:38) mengatakan bahwa pengertian organisasi berdasarkan para ahli dapat dibagi dalam tiga macam pandangan yaitu organisasi adalah kumpulan orang, organisasi adalah proses pembagian kerja, dan organisasi adalah sistim kerja sama, sistim hubungan atau sistim sosial. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah sistim saling pengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Organisasi  yang telah terbentuk akan memiliki suatu struktur organisasi. Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme organisasi formal serta pola interaksi yang akan diikuti (Robbins, 1994:6). Lebih lanjut Robbins mengidentifikasikan struktur organisasi mempunyai tiga komponen yaitu kompleksitas yang mempertimbangkan tingkat diferensiasi dalam organisasi, formalisasi yang menyandarkan pada peraturan dan prosedur, serta sentralisasi yang mempertimbangkan letak dari pusat pengambilan keputusan.

Dalam mewujudkan organisasi yang efektif dan struktur yang ada efisien dan sehat maka ditetapkan prinsip-prinsip/azas-azas organisasi. Ditegaskan oleh Kaho (2001:209), untuk mewujudkan organisasi yang baik serta efektif dan agar struktur yang ada dapat sehat  dan efisien,  maka dalam organisasi ditetapkan azas-azas dan prinsip yaitu perumusan tugas yang jelas, pelimpahan wewenang, koordinasi, rentangan kontrol/kendali dan kesatuan komando.